Satu Warga Asing Mendaftar di SMA Al-Azhar Mandiri Palu

Pendaftar Juga Berasal dari 9 Provinsi se-Indonesia

PALU – Dari hasil registrasi dalam proses ujian tahap I, Minggu (4/3), diketahui ada satu Warga Negara Asing yang ikut mendaftar untuk masuk di SMA Al-Azhar Mandiri Palu. Selain itu, diperoleh pula informasi, kalau pendaftar yang ingin melanjutkan studi di SMA Al-Azhar Palu, juga bukan hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi ada yang berasal dari 9 provinsi lainnya se-Indonesia.

Wakil Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, bidang Humas, Akhlis SPd, MPd, mengatakan WNA yang datang mendaftar dan telah mengikuti ujian tahap I, Minggu adalah warga negara dengan passport Tiongkok.

“Pengakuannya, dia adalah warga Taiwan, tapi berpassport Tiongkok. Ditanya alasan memilih SMA Al-Azhar Mandiri Palu, siswa itu mengatakan, dia banyak mendapatkan referensi dan informasi, soal prestasi sekolah kami, walaupun masih baru berdiri,” kata Akhlis ditemui Senin kemarin.

Pendaftar atau calon siswa SMA Al-Azhar Mandiri Palu kata Akhlis, juga berasal dari beberapa provinsi di luar Sulawesi Tengah. Di antaranya ada yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan ampir semua provinsi di Pulau Sulawesi. Tercatat pula, satu siswa dari SMP Al-Azhar 22 Sentral Timur Jakarta.

“Tercatat dari total 500 lebih pendaftar yang telah ikut ujian tahap I Minggu kemarin, 20 persen lebih di antaranya berasal dari luar Sulawesi Tengah,”ungkap Akhlis.

Yang juga menarik terungkap di balik pendaftaran siswa baru di SMA Al-Azhar Mandiri Palu, juga hampir 10 persen di antara pendaftar, adalah kalangan non muslim. Akhlis, mengatakan bahwa fenomena tersebut, menjadi indikasi, kalau SMA Al-Azhar Palu, kini telah mampu menjadi sekolah bertaraf nasional dan dianggap bukan sebagai sekolah yang eksklusif.

“Dalam pelaksanaan ujian, semuanya memiliki status yang sama. Tidak ada yang diistimewakan. Yang menentukan untuk bisa diterima masuk di SMA Al-Azhar Palu, adalah murni hasil tesnya. Tidak ada istilah kompensasi, apalagi katabelece atau surat sakti,”kata Akhlis lagi.

Dari hasil interview, juga diperoleh informasi, calon siswa yang mendaftar di SMA Al-Azhar Palu, khususnya yang berasal dari luar Sulawesi Tengah, bukan  karena mengikuti orangtua. Mereka masuk di SMA Al-Azhar, murni faktor akademis. Bahkan mereka mengaku, jika dalam hasil tes mereka diterima menjadi siswa SMA Al-Azhar Mandiri Palu, para siswa tersebut siap untuk hidup berpisah dengan orangtuanya.

“Apalagi selama ini, alhamdulillah banyak alumni kami yang lolos dan melanjutkan studi di beberapa perguruan tinggi ternama dan masuk di fakultas favorit. Di antaranya ada yang telah kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan kampus ternama lainnya. Bahkan kami sudah langganan, meloloskan alumni kami masuk melalui jalur undangan (bebas tes) di Institut Teknologi Bandung (ITB),”demikian Akhlis.(hnf)